Pergilah, kalo memang mau pergi. Memang harus pergi, mungkin. Aku nggak akan apa apa. Aku pernah bilang, kalo aku sangat terbiasa dengan sakit, perih, kecewa dan patah hati. Aku sangat terbiasa dengan kesendirianku. Dan terlalu terbiasa sendiri. Kalaupun kemudian akan ada orang lain, itu aku anggap sebagai bonus, hadiah dari Tuhanku.
Pergilah, kalo itu akan membuatmu merasa lebih nyaman dalam menjalani hidupmu. Aku nggak akan apa apa. Tak akan terjadi apa apa. Kita memang akan selalu tersandung karena kerikil. Tapi, itu memang bagian dari hidup. Karena memang begitulah hidup. Penuh dengan berbagai pilihan yang kadang kadang selalu diluar dari perkiraan kita.
Pergilah, mungkin itu akan membuatmu merasa lebih lega. Menjauh, mungkin adalah jawaban dari segalanya. Aku nggak akan apa apa. Karena aku masih punya keluarga, sodara, sahabat, teman teman, rekan kerja dan orang orang yang kukenal. Yang mengingatkanku bahwa aku nggak pernah sendirian di bumi Allah ini. Yang masih peduli dengan apa yang sedang dan akan aku lakukan. Bisa membuatku tersenyum dan tertawa, sekaligus menangis dalam bahagia. Membuatku merasa lebih berguna. Lebih hidup. Dan besok pagi, ketika aku keluar rumah, masih ada orang yang akan menyapaku dan memberikan senyum pagi yang manis seperti matahari, yang bisa membuatku bersemangat menjalani hari. Setidaknya, itu bisa menenangkan pikiranku.
Satu yang pasti, aku punya Allah. Sang Maha. Yang memiliki segalanya. Sang Pemilik Cinta. Aku nggak akan merasa sendiri, ataupun kehilangan. Ketika tersungkur dalam kehampaanku, Dia akan selalu datang, selalu dan selalu. Memberikan kelegaan, ketenangan. Menawarkan kebahagiaan sejati. Cinta sejati.
Pergilah, aku tak akan memintamu untuk tinggal, kalo itu tak akan memberikan kenyamanan apapun padamu. Jika kita udah ngerasa nggak nyaman dengan suatu situasi, menjauh adalah jawabannya. Dan aku, aku akan tetap pada tempatku. Percayalah, aku nggak akan apa apa. Aku sudah terlalu terbiasa dengan situasi seperti ini.
Jikapun kau memutuskan untuk tinggal, aku berterimakasih karena kesediaanmu. Tapi itu mungkin cuma pengandaian yang tersia. Dan tak akan kuteruskan. Aku cuma ingin berterima kasih. Dalam singkatnya waktu, kau bisa mewarnai hidupku. Tadinya, aku cuma punya kelabu dan hitam. Sesekali putih juga datang. Tapi kau memperkenalkan warna lain. Hanya biru dan kuning mungkin. Tapi cukuplah untuk bisa menghijaukan hariku.
Sudahlah, aku udah berjanji untuk berhenti berkeluh. Semua telinga juga bosan mendengar keluhanku.
Sekarang, mulailah kau melangkah keluar dari tembokku. Kau udah kuijinkan berkeliling, jika kau putuskan untuk keluar, pergilah. Tak akan ada yang akan menahanmu disini. Pintu itu terbuka lebar, dan sebentar lagi akan menutup. Seperti yang pernah kau bilang, aku akan tinggal disini. Bersama kenangan terindah tentangmu�
Cinta tidak mengetahui kedalamannya sendiri sampai tiba saat perpisahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar