Rabu, 01 September 2010

Penantian

kau kira bulan kan menyambut malam
kau kira bintang kan tersenyum mesra
kau kira angin kan datang bawa cinta
yang tlah ku nantikan
malam tinggalah malam
malam penuh kegelapan
malam sepi tanpa kata
malam sunyi tanpa suara
malam hampa tanpa berita

bulan..
kau nanti hadirmu malam ini
kan kau curahkan segala isi hati padamu
bintang..
hiburlah insan yang malang ini
yang menanti cinta seorang yang tak pasti

menunggu selalu menunggu
menanti yang tak pasti
merindukan yang tak rindu
cinta yang tak mencintai

hanyalah sebuah impian
tinggalah sebuah harapan


Tegarku
Kepergianku melukaiku
Tanamkan rindu
Menambah pilu
Benci can rindu menjadi satu
Hadirmu .......
Cintamu ........
Sayangmu .....
Dan dirimu tegarku
Andaikan kau tau
Betapa rapuhnya hidupkmu
Namun segalanya tentangmu
Tegarkan diriku
Cintamu adalah tegarku
Dan tegarku adalah hadirmu
Masih di sini yakini cinta
Menantikan hadirmu dengan tegarku



Manusia tempatnya salah…
Tapi haruskah ku menyalahkanmu ?
atau menyalahkan hatiku sendiri
Yang tetap bertahan meski engkau pergi
Disini sepi… sayangku…
Tapi aku tak menangisi kepergianmu
Hatiku sunyi… sungguh sunyi…
Tanpa manis kata manjamu
Aku takkan menyalahkan siapa-siapa
Menunggumu ku takkan merasa sia-sia
Jika perpisahan itu adalah kejujuran hatimu
Biarkan puisi ini menjadi puisi penantianku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar