Sabtu, 11 September 2010

Malang Nasibku

Kupekatkan malamku dg mengingat pahitnya segala perih kenangan terindahmu dg dirinya, yg selalu kau ceritakan padaku. walau hati ini terasa perih, walau hati ini terasa panas ketika mengenang dirinya dan dirimu saat bercumbu, tapi aku tak sanggup untuk melupakanmu bersama kenangan yg pernah kita ungkir bersama.
tapi apalah daya tubuh ini tak mampu tuk milikimu, waktu semua nya kau isyaratkan bahwa dirimu lebih memilih dirinya dari pada diriku. jurang yg dalam pisahkan yg tak mungkin tuk mampu ku lalui. biarlah semuanya berjalan seadanya seperti ini. aku tetap kan sakit merasakan kepedihan ini sedangkan kau bahagia disana bercumbu bersamanya. saat semua aku ungkap kau katakan sayang, katanya kau cinta tapi ternyata hanya gurauan belaka dari lidah tak bertulangmu.

ya, biarlah semuanya menjadi takdir dalam lembar pekatku. aku takkan pernah bisa untuk milikimu dan tak akan pernah lagi tuk jumpaimu, karena aku tahu kau kini telah bahagia dg dirinya, kau mampu tersenyum dg dirinya, tapi kau takkan pernah mengingatk diriku ini yg selalu hanya bisa membuatmu menangis saja. aku mungkin adalah orang yg suka menyiksa batinmu. beda dg dirinya yg selalu memberikan kebahagiaan batin dan raga bagi dirimu. aku lah pria bodoh yg tak tahu malu mencintai dirimu, aku lah pria bodoh yg masuk dalam jurang kebiadaban untuk menyayangimu. semoga Tuhan mampu berikan aku petunjuk untuk melalui hari ini dan hari esok tanpa dirinya.

aku memang takkan pernah lupa dg segala yg pernah kita lalui, dg malam2 sunyi yg selalu menjadi selimut bagi cumbu kita. bintang2 yg selalu terangi malam kita yg sunyi. saat2 dimana kita bercumbu saat malam tiba. saat2 dimana kau mampu memberikan segala kehangatan dalam setiap denting aku inginkan. tapi semua telah usai ketika semua terungkap kau masih bersamanya. kini saatnya kau harus memilih diantara kami, dia atau aku. dan aku tak akan mau dan tak akan pernah mau untuk menjadi yg kedua. lebih baik kau siksa batin ini dari pada harus rela untuk menjadi yg kedua.

aku memang sayang, aku memang cinta. tapi aku takkan rela untuk berebut kasih dg dirinya. aku takkan pernah rela untuk berbagi cinta antara aku dan dia.
jika kau memang memilih dia, maka pergilah dg dirinya dan jangan pernah lagi ungkit rasa sayang ini lagi jika suatu saat nanti kita bertemu di lain hari. jangan kau ungkit lagi kenangan ini disaat semua usai, jangan kau ungkit tentang rasa sayangku saat semua telah kau akhiri.
aku memang tak mampu tuk berikan segalanya. tapi aku mampu manjakan dirimu seperti yg selalu dilakukan orang2 yg mampu dekat dg dirimu.

aku adalah pecundang yg tak mampu untuk mengartikan isyarat cinta. akulah sang pujangga yg tak mampu merangkai kata yg mampu membuatmu takjub dan terhanyut dalam luapan kata asmara hingga kau mampu menyanjung dan memujiku. aku adalah seorang yg hanya mampu untuk berkata tanpa bisa untuk berbuat.
benar jika kau harus memilih dia. aku hanyalah pria bodoh, miskin, kusam yg tak pantas untuk menyandingmu. pergilah bersamanya. bahagialah bersamanya. jika suatu saat kau ditanya tentang diriku, jangan kau katakan tentang kisah kita ini. jangan pula kau ungkit tentang semua yg mampu ingatkanmu akan semua kenangan kita berdua selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar